Mencintaimu
Bagaikan naik roller coaster
Naik
Turun
Tanpa jeda waktu
Mencintaimu
Bagaikan menonton serial TV
Kau buat tertawa
Lalu secepat itu juga kau buat menangis
Bukan salahmu
Bukan pula salahku
Memang itu yang harus terjadi
Karena cinta butuh lebih dari sehari
untuk dimengerti
14.4.11
12.4.11
Kalimat di FTV Itu
"Janganlah jemu2 untuk selalu berbuat baik. Karena kebaikan hati tidak menunjukkan kelemahan, melainkan kekuatan"
Begitu kira2 kalimat yang saya dengan dari FTV yang saya tonton secara tidak sengaja hari itu (sabtu, 9 arpil 2011)
Diantara sekian saluran TV yang secara acak saya pencet berganti2,
secara tepat saya berhenti di saluran tersebut
pada saat sang aktor pemeran utama mengatakan kalimat itu
Saya tertohok (ouch...)
Kalimat itu langsung menuju ke pusat sasaran (bukan cuma obat sakit kepala saja yang bisa menuu langsung ke pusat sasaran, hahahaha)
Di saat saya mulai berpikir untuk berubah
Di saat saya mulai berpikir bahwa selama ini saya terlalu baik (GR mode: ON)
Di saat saya merasa cukup sudah saya menjadi orang yang lurus
Di saat saya merasa kebaikan dan kelurusan saya sering kali dimanfaatkan orang
Di saat saya merasa banyak orang menganggap saya lemah dan mudah dimanfaatkan
Ya.....
Tepat di saat itu
Tuhan mengingatkan saya
Bahwa lebih baik saya dianggap lemah
Bahwa lebih baik saya menjadi terlalu baik hati
Bahwa lebih baik saya dimanfaatkan
Daripada saya menjadi orang yang selalu memanfaatkan orang lain
Daripada saya menjadi orang yang menutup mata dan hati terhadap perasaan orang lain
Dan cara Tuhan mengingatkan kita
memang sungguh tak terduga
Namun tepat pada waktunya
Begitu kira2 kalimat yang saya dengan dari FTV yang saya tonton secara tidak sengaja hari itu (sabtu, 9 arpil 2011)
Diantara sekian saluran TV yang secara acak saya pencet berganti2,
secara tepat saya berhenti di saluran tersebut
pada saat sang aktor pemeran utama mengatakan kalimat itu
Saya tertohok (ouch...)
Kalimat itu langsung menuju ke pusat sasaran (bukan cuma obat sakit kepala saja yang bisa menuu langsung ke pusat sasaran, hahahaha)
Di saat saya mulai berpikir untuk berubah
Di saat saya mulai berpikir bahwa selama ini saya terlalu baik (GR mode: ON)
Di saat saya merasa cukup sudah saya menjadi orang yang lurus
Di saat saya merasa kebaikan dan kelurusan saya sering kali dimanfaatkan orang
Di saat saya merasa banyak orang menganggap saya lemah dan mudah dimanfaatkan
Ya.....
Tepat di saat itu
Tuhan mengingatkan saya
Bahwa lebih baik saya dianggap lemah
Bahwa lebih baik saya menjadi terlalu baik hati
Bahwa lebih baik saya dimanfaatkan
Daripada saya menjadi orang yang selalu memanfaatkan orang lain
Daripada saya menjadi orang yang menutup mata dan hati terhadap perasaan orang lain
Dan cara Tuhan mengingatkan kita
memang sungguh tak terduga
Namun tepat pada waktunya
11.4.11
Kamu dan Rasa Itu

Kamu....
Setelah kamu buat lengkungan itu
Setelah kau tumbuhkan rasa itu
Tanpa perlu menunggu berlalunya waktu
Telah kau goreskan luka
Telah kau pedihkan hati
Telah kau pupuskan asa
Telah kau buat airmata itu menetes
Apakah kamu tahu?
Ataukah kamu tahu tapi tak peduli?
Apakah kamu mengerti?
Ataukah kamu mengerti tapi tetap tak mau pahami
Kamu...
Rasa itu...
Hidup...
Asa...
Semua berkeliaran di kepala
Mungkin saatnya rehat
Supaya akal sehat kembali bekerja
Dan aku belajar
Dan aku mencoba untuk tahu
Bahwa jika diucapkan oleh kamu
Kalimat itu bisa terasa lebih menyakitkan bagiku
Daripada jika kalimat itu datang dari orang lain
Maka ijinkan aku
Untuk undur diri sejenak dari duniamu
Untuk menghilang sekejab dari pandanganmu
Jika seandainya nanti masih kau kehendaki
Dan kau meminta aku untuk kembali
Kuharap aku bisa mengerti
Dan mencoba lagi
-untuk kamu, setelah kalimat menusuk yang kau kirimkan malam itu-
10.4.11
Kamu dan Lengkungan Itu
Hanya dengan bertemu denganmu
Tercipta sebuah lengkungan di wajahku
Hanya dengan mendengar ceritamu
Otot2 mulutku akan bergerak membentuk lengkungan itu
Hanya dengan membaca bbm'mu
Sudut2 mulutku tertarik ke dua sisi
Membentuk sebuah lengkungan bernama Senyum
Ya...
Kamulah pencipta senyum di wajahku
Kamulah pengalih pikiran galau dan kacau di otakku
Melihatmu
Bertemu denganmu
Mendengar suaramu
Membaca pesan-pesanmu
Itulah sumber senyum tanpa henti pada diriku
Tercipta sebuah lengkungan di wajahku
Hanya dengan mendengar ceritamu
Otot2 mulutku akan bergerak membentuk lengkungan itu
Hanya dengan membaca bbm'mu
Sudut2 mulutku tertarik ke dua sisi
Membentuk sebuah lengkungan bernama Senyum
Ya...
Kamulah pencipta senyum di wajahku
Kamulah pengalih pikiran galau dan kacau di otakku
Melihatmu
Bertemu denganmu
Mendengar suaramu
Membaca pesan-pesanmu
Itulah sumber senyum tanpa henti pada diriku
5.4.11
Almost EXPLODE

Yay.....
This head is already overloaded
It just waiting for its time to explode
Seems that there are so many stuffs inside
More and more load are being added
Just like a computer that has maximum capacity, so does this brain
Just like a computer that has maximum time, so does time body
Fiuh.......
It's just a matter of time until all I throw up all in my mind
Hopefully they can handle it....
-postingan ndak penting lagi-
31.3.11
Akhirnya
30.3.11
Detik-Detik Menjelang Kembali ke Dunia Nyata
Ya....
Hari ini hari terakhir cuti saya
Hampir selesai sudah 3 hari penuh kebebasan (semu) yang saya alami
3 hari tanpa memikirkan pekerjaan (katanya dan harusnya, walaupun masih juga kadang ada sms, bbm, ym, dll yang masuk tentang pekerjaan)
3 hari memfokuskan diri pada thesis saya
3 hari bisa bangun sesuka hati (walaupun tetap harus mendisiplinkan diri karena tujuan utama cuti ini adalah untuk BIKIN THESIS)
Dan besok
Saya sudah harus kembali ke dunia nyata
Saya sudah harus berkutat dengan marketing, anggaran, cost, operasional, pengaturan sdm, dsb, dll, etc, dkk
Fiuh...
Membayangkannya saja saya sudah sakit kepala
Rasanya saya harus segera mengambil keputusan.....
SEGERA!
Subscribe to:
Posts (Atom)
