17.2.10

Ada Apa dengan Facebook?

Ya….ada apa dengan facebook?

Koq beberapa hari belakangan ini tipi-tipi padha nyiarin kasus penyalahgunaan Facebook

Ada murid yang dikeluarin dari sekolah gara-gara nulis status yang isinya ngata-ngatain guru mereka

Ada juga yang (katanya) diculik oleh teman yang dikenal dari Facebook

Trus ada lagi yang ngilang dari rumah tanpa pesan, pergi ama “teman” yang dikenal dari Facebook juga

Hm…..

Ada apa dengan Facebook (Indonesia)?

Facebook memang bagaikan pedang bermata dua

Tergantung yang memakai

Dengan Facebook, kita jadi menambah banyak koneksi dan jaringan serta menemukan kembali mutiara teman yang hilang.

Alhasil, banyak reuni yang digelar gara-gara berkumpulnya kembali sesame alumni di Facebook

Dengan Facebook, dagangan juga bisa lebih laris manis

Promosi lewat situs ini terbukti manjur

Dengan Facebook juga, kita bisa tahu apa yang terjadi di belahan dunia lain.

Surabaya hujan, Jakarta macet (dari dulu kaleee….), Madiun panas, dll, dsb, etc.

Hanya dengan membaca status teman-teman kita

Ketinggalan nonton pertandingan bola semalam? Cukup lihat status teman2 penggila bola, pasti isinya skor pertandingan malam itu.

Yang pasti, ada lagi efek yang cukup sangat menguntungkan dari booming-nya Facebook ini.

Yaitu meningkatnya penjualan Handphone dan Notebook atau Laptop

Ditambah lagi dengan makin murahnya tarif berinternet ria lewat handphone yang makin gencar ditawarkan oleh berbagai operator selular

So, kalau ternyata banyak kejadian negatif dan merugikan yang (katanya) terjadi karena Facebook, it just depends to the user itself.

Kalo emang kita menggunakannya dengan baik dan benar, gak untuk hal yang enggak-enggak, Facebook sih lebih banyak fun and positifnya lageeee…..


PS: tapi tetep ada satu hal yang bikin BeTe, yaitu staf2 gue yang suka curi2 maen Facebook di jam kerja....secara mereka punya BB, gimana bisa tau'nya? Dan mereka juga gak mau waktu gua add jd friend gua....hayooo, gimana pemecahan masalah ini kalo gitu? Kembali lagi ke etiket dan itikad orang kaleee ya....

16.2.10

After the Holiday

Yap...
Akhirnya bisa posting lagi setelah "terlena" dalam lilburan selama 3 hari di kampung halaman
Menyambung postingan sebelumnya, salut juga buat perkereta apian Indonesia, yang telah mempermudah proses pembelian tiket kereta api
Dan, tanggal 12 sore, saya dengan gampang berhasil menukarkan struk ATM Mandiri saya dengan satu tiket Jakarta-Madiun
Okeh, kembali ke judul After Holiday
Ternyata, setelah menjalani libur panjang, semangat kerja bukannya semakin naik karena sudah diberi waktu refreshing, tetapi malah semakin turun
Hawa-hawa liburan terasa masih sangat kental
Memang mungkin sudah hukumnya manusia yang tak pernah puas
Dikasih hati minta jantung
Dikasih libur 2 hari mintanya lebih
Masih untung dikasih libur
Sementara banyak perusahaan lain yang tidak memberikan hari libur pada karyawan dalam rangka hari raya Imlek ini, bos First Step to English, tempat saya berkarya, memberikan libur 2 hari bagi para karyawannya.
Sehingga dengan gembira saya bisa pulang kampung
Eh....
Kembali lagi ke judul, After Holiday
Ternyata gejala dikasih hati minta jantung ini bukan hanya terjadi pada saya
Tetapi juga pada para "staff" saya
Pagi-pagi jam 6 saya sudah menerima SMS berisi pemberitahuan mereka masuk siang hari ini dikarenakan tidak dapat travel dari Bandung dan masih dalam waiting list
Sontak saya langsung emosi (tapi berhasil saya redam koq, tenang....tenang....sabar...sabar....)
Semestinya urusan pesan memesan tiket khan harus direncanakan
Jika mereka berencana pergi ke Bandung, hendaknya mereka juga langsung memesan tiket kembali ke Jakarta donk ach.
Sehingga jika ternyata tiketnya tidak ada, mereka bisa mencari alternatif, naik bis, kereta, atau travel kemaren donk ach...
Ini menimbulkan prasangka "buruk" di hati (jangan ditiru ya.... :)
Apa mereka memang tidak ada niat bekerja?
Hm....
Kalau tahu begini, apakah lebih baik jika tidak usah diberi libur saja ya?

10.2.10

Pesan Tiket KA lewat 13897


Ya...
baru saja merasakan betapa enak hidup di era sekarang
pada era di mana teknologi telah berkembang dan banyak membantu kita dalam melakukan segala sesuatu
teknologi yang membuat segalanya menjadi mudah dan praktis
dulu, kalau kita ingin beli tiket kereta api, harus datang langsung ke loket untuk pesan dan bayar
sekarang???
gampang banget
cukup telpon ke 13897 (dari GSM)
pesan tiketnya
bayar lewat bank2 yang ada fasilitas pembayaran tiketnya (MANDIRI, BII, BRI)
lalu, pas hari H, cukup tunjukkan bukti pembayaran dan KTP asli
dapat tiket di tangan
berangkat deh...
mudah khan???
thanks GOD for the technology.....

9.2.10

Blank

Ya....
sudah beberapa hari ini dilanda gejala blank
sehari terasa sangat lama sekali
di kantor terasa sangat sibuk melakukan ini itu
tapi setelah sore hari jam kantor hampir selesai dan mencoba me-review apa yang sudah saya lakukan hari ini, ternyata hasilnya cukup mengecewakan
sedikit sekali pekerjaan yang berhasil diselesaikan
hm.....
ada yang pernah mengalami hal ini?
blank...
tidak tahu harus melakukan apa
padahal sebenarnya ada BANYAK yang harus dilakukan?

4.2.10

Children SEE, Children DO

Beberapa hari ini, jadi sering mengamati perilaku “anak-anak” di tempat kursus saya.

Begitu banyak anak dengan bermacam-macam karakter yang berbeda-beda. Ada anak yang sangat aktif sekali (dalam arti gak bisa diem, maunya gerak terus, gak ada kata capeknya deh), ada juga yang diem banget, ditanya apa jawabnya cuma senyum doang…..

Satu hal yang bikin ketawa dan senyum-senyum sendiri juga, anak-anak ini bisa dengan gampang dan cepatnya menirukan perilaku orang dewasa yang mereka temui.

Jadi inget waktu masih jadi wakil kepala sekolah dulu.

Saya dengan cepat bisa tahu siapa wali kelas seorang murid hanya dari cara murid tersebut ngomong.

Boleh percaya boleh nggak, murid tersebut berbicara dengan gaya yang sama dengan gurunya.


Jadi inget lagi ada sebuah video yang sempat diputar di seminar untuk orang tua.

Judulnya Children see, children do (bisa dilihat di link ini)

Dengan jelas digambarkan di situ, bahwa anak-anak mengikuti dengan persis apa yang dilakukan oleh orang tuanya.

Saya jadi semakin diingatkan, bahwa tugas kita sebagai orang dewasa (baik itu orang tua, guru, maupun lainnya) tidaklah ringan dan gampang.

Itu berat.

Sekecil apapun tindakan kita, anak-anak dengan mudah akan meniru.

Sepelan apapun kata-kata kita, anak-anak sedang mendengar dan mereka juga akan mengatakan hal yang sama dengan cepatnya.

Apa yang terjadi pada anak-anak kita, kitalah yang bertanggung jawab.

Janganlah kita menyalahkan anak-anak kita jika mereka melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan, karena bisa jadi mereka mempelajarinya dari kita.

Janganlah kita menyalahkan anak-anak kita kalau mereka tidak mau melakukan hal tertentu yang kita ingin mereka lakukan, karena kita sendiri juga tidak pernah memberikan contoh yang cukup pada mereka.


JADI, sudahkah kita memberikan contoh yang baik untuk anak-anak kita hari ini???


.

2.2.10

Bila Idealisme Terbentur Realita Bisnis


Fiuh.....
Judulnya koq berat gitu ya?
Memang seberat itulah perasaan dan pikiran yang sekarang ada di benak saya. (kali ini pake bahasa agak resmi, saya, dan bukan gua....menandakan betapa "serius"nya masalah ini mengganggu pikiran saya akhir2 ini)
Yah....
Idealisme saya sebagai seorang guru sedang diuji
Jiwa saya memberontak
Ingin lepas dari semua birokrasi dan urusan bisnis ini
Saya hanya ingin mengajar
Saya hanya ingin melihat senyum di wajah "anak-anak" saya ketika mereka belajar di kelas saya
Saya hanya ingin melihat raut wajah bangga para orang tua ketika anak mereka berhasil mengucapkan sesuatu dalam bahasa Inggris, meskipun itu hanya sesederhana "My name is Matthew"

Tapi ternyata hal itu tidak mudah dilakukan
Kembali saya terbentur pada yang namanya bisnis
Saya tidak bisa memungkiri bahwa untuk membuat senyum di wajah "anak-anak" itu, perusahaan tempat saya bekerja harus mengeluarkan sesuatu (baca: uang) untuk saya
Saya tidak bisa memungkiri bahwa tanpa sesuatu (baca lagi: uang) itu saya juga akan mengalami kesulitan.

Hidup ini tidak gratis, Jendral.

Sempat terpikir oleh saya, apakah saya harus melepaskan idealisme ini untuk sementara sampai nanti tiba waktunya saya bisa mengumpulkan sesuatu itu hingga cukup dan akhirnya saya bisa membuat sebuah tempat kursus sendiri dimana saya bisa melaksanakan dan mewujudkan semua idealisme saya?

Tapi....
Sebuah pertanyaan kembali timbul di benak saya?
Jika suatu saat saat saya benar2 sudah menjadi pemilik sebuah tempat kursus, akankah saya tetap berpikir seperti sekarang?
Bertahan pada idealisme?

Rumit....
Pelik....
Tidak mudah....
Butuh perenungan lebih dalam lagi....
mengenai apa yang saya inginkan dalam hidup ini.....

My First Follower....


Waw.....

I've just check out my blog account today

And what appeared on my laptop screen was so surprised

I've got a follower

Even only one follower, it makes me so happy

And it sure make me want to write more and more

I don't want to make my follower feel disappointed, right

Not only my follower, but also the other visitors

They've spend their time to visit my blog

Of course I have to always post something new periodically

Because I've experienced more than one times, I followed a blog, but after more than two weeks it has no new posting

It made me feel disappointed

I've wait for their writing for so long and they didn't write something new.

So, for my first follower, ADJIE, thank you and don't forget to visit my blog again....