16.7.08

Good Bye Class

New job and new position already started at July 1st.
Dan karena tuntutan pekerjaan yang harus diselesaikan, sementara waktu yang ada tidak bertambah atau terbatas, maka mau tidak mau harus ada yang dilepas
Dan itu tidak lain adalah salah satu kelas-ku.
Sedih dan pasti merasa kehilangan
Apalagi mereka sudah bersama-sama denganku selama hampir 2 tahun
Ditambah dengan kenyataan bahwa "anak-anak"ku ini adalah anak-anak yang lucu dan ngangenin
Tapi, memang dalam hidup kita tidak bisa mendapatkan semua yang kita inginkan
Ada saatnya kita dihadapkan pada satu kondisi dimana kita harus memilih
Yah...
paling tidak aku masih bisa ketemu dengan "anak-anak"ku ini
Walaupun tidak mengajar mereka lagi
So, it's time for me to say Good Bye Class
I hope they still remember me ;p

7.7.08

Pengalaman Rafting Pertama

Kemarin akhirnya kesampaian juga ikutan Rafting
This was my first time
Setelah melalui perjalanan panjang melewati kemacetan Lapindo (untungnya kemarin tidak segitu macet) dan jalan yang lumayan berliku saat menuju desanya
akhirnya kami sampai juga di desa tempat rafting (yang aku sampai sekarang belum tau juga namanya...lupa....;)
Dari base camp menuju ke sungai kami naik mobil pick up
lumayan desek2an (apa ya bahasa indonesianya???)
begitu nyampe, naik perahu, briefing dulu
gimana cara pegang dayung
kalo dikasih command begini artinya harus apa
and many others technique deh
lalu, dimulailah perjalanan mengarungi sungai dengan perahu karet ini
paling seru waktu harus lewat batu-batu yang besar
perahunya goyang ke sana kemari
n off course, basah semua lah.....
lalu lewat juga di banyak air terjun
serasa dipijat refleksi waktu berada di bawah air terjun dan kena airnya langsung
trus, ada juga bagian sungai yang sangat tenang
ditambah suara2 kelelawar (plus bonus bau-nya kelelawar yang lumayan "harum")
rasanya bener2 campur aduk
seneng
tegang juga (maklum, i can't swim)
tapi yang pasti tenang n damai terasa banget
rasanya pingin bisa rafting sendirian
menikmati suasana alam yang kereeeen bangeeeettttt........
i promise to my self that i'll be back

5.7.08

Put Things on Its Place

Put things on its place
that is one thing that i think hard to do for most of all (me too, off course)
i just realized it today
when me and my colleagues at my new office were doing the "clean up" work
so, we try to tidy up our office, sort many documents, and put every things on its place
then i remember with my own bedroom
usually after doing the clean up work, one week latter it will be a mesh again
hm...hm..hm....
i think it's because i don't put everything on its place
and i think it happen to now in my office
even my colleagues admit it
that's why, from now on we commit to force our self to be more neat than before
and it will be start by put everything on its own place
because it does help us
and it save our time when we want to find anything or do anything
well organized
that is the key word

10.6.08

Mengeluh

"Mengeluh"

~someone emailed me this article and I think it's very interesting and good. That's why I want to share it with you all~


Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara
sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan
teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai
pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling
berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa
yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.

"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian
aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan
"job-des" gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".

Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.
Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita
mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya
selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah
kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu
mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya. Sebelum dia
pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan
sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola
tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu
pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak
mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang
hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu
kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu
berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih
senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh
mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan
membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan
masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh
karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan
harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya
gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.

Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal
yang dapat kita syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda
berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ? Sekarang ini
hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi
bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda
mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra.
Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda?
Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur
atau memberikan pekerjaan tambahan. Bersyukurlah karena Anda telah
diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin
siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda
harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan
keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat
hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda
terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:

1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari. Bersyukurlah
atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang
dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk
bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.

2. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal
berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan
kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda,
tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur
atas semua yang terjadi pada saat ini.

3. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang
bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif
atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan
dalam hidup Anda.

"Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki,
maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."

15.4.08

GO GREEN !!! Daur Ulang Kertas Anda !!!!

GO GREEN !!!
Selain dengan cara menghemat penggunaan tas plastik, kita juga bisa menyelamatkan bumi ini khususnya pohon2 tercinta dengan cara mendaur ulang atau menghemat penggunaan kertas.
Saya melihat banyak kebiasaan di kantor-kantor (hikss..rasanya kantor saya juga termasuk deh ...;( dimana pekerjanya kurang memperhatikan penggunaan kertas ini, contohnya :
1. SElalu menggunakan kertas baru untuk menge-print apapun. Padahal tak jarang sesuatu yang diprint tersebut sudah benar ataupun perlu diprint di kertas yang baru. Alangkah baiknya untuk info-info yang disampaikan bagi intern bisa diprint di kertas bekas yang sisi baliknya masih kosong.
2. Sering sekali tidak mem-print preview sebelum mengeprint sehingga tak jarang hasil print yang diinginkan tidak sesuai sehingga harus terbuang
3. Kebiasaan langsung memencet gambar printer saat akan mengeprint sehingga tak jarang semua info diprint padahal seringkali yang digunakan hanyalah beberapa bagian saja.

Padahal, dengan menghemat penggunaan kertas ini kita sudah menyelamatkan pohon2 dari penebangan lho.
Sebab, kertas2 itu dibuat dari pohon khan.
Jadi, kalo kita sudah hemat kertas, tentunya kita sudah menyelamatkan pohon donk

SO, who wants to save our earth?
Itung-itung dengan hemat kertas kita sudah kasih kado ke bumi kita yang kita peringati hari ulangtahunnya bulan april ini (note : tgl 22 april adalah hari bumi or earth day)

26.2.08

GO Green ! Bawa sendiri tas belanja anda

GO Green !!!
Saat ini kalimat itu sering ditayangkan di Metro TV.
Beberapa kali dalam satu hari, Metro TV akan menayangkan tayangan tentang lingkungan hidup
salah satu yang pernah saya lihat, dan berpengaruh pada perilaku saya sehari-hari adalah tayangan dari VOA tentang penggunaan tas plastik
Menurut tayangan tersebut, plastik sangaaaaaaaaaaat susssssssssssah untuk terurai
sehingga kita harus meminimalisasikan penggunaan plastik
salah satunya adalah dengan membawa sendiri tas belanja
sehingga, penggunaan tas plastik bisa dikurangi
Kebetulan......
kemarin saya belanja ke Carrefour
then, i see that sign
jadi, kalo kita belanja ke Carrefour, they will offer us to buy a green bag (they called it like that) yang terbuat dari bahan plastik daur ulang
hm........
sungguh merupakan satu penerapan yang baik
dan satu hal lagi,
setelah kejadian itu, rasanya kemana-mana saya akan bawa tas plastik sendiri deh
itung-itung mengurangi penggunaan plastik di dunia ini
so, membantu program minimalisasi global warming kan ?
jadi, kapan semua supermarket akan mencanangkan green bag ini ya?

12.2.08

On Time

Salah satu penyakit orang Indonesia (kalau boleh disebut penyakit..) adalah "suka telat"
Entah sudah berapa puluh rapat, acara pesta (ultah, kawinan, or others), seminar, atau lainnya, pasti dimulainya telat
Ya...gak pasti seratus persen sih
99,999999% gitu.
Setiap kali pertanyaan timbul, kenapa acaranya tidak segera dimulai, maka segudang alasan akan muncul
Yang paling sering saya dengar adalah, peserta yang datang baru sedikit
Atau, masih nunggu yang mau membuka acara dan memberi kata sambutan belum datang
Atau sekian banyak alasan lainnya.
Terkadang memang membuat jadi jengkel
Lalu, pernah juga suatu saat saya mengajak seorang teman untuk berangkat ke suatu acara
Jawaban yang saya dapat adalah, "Nanti dulu aja, paling mulainya juga telat"
Hmmm.....
Pantas saja semua jadi telat dimulainya
Karena semua berpikir bahwa acara akan dimulai telat
Sehingga mereka datang telat
Dan akhirnya, terjadilah ketelatan itu
Coba semua orang berpikir acara pasti dimulai tepat waktu
Mereka juga akan datang tepat waktu
Sehingga saat waktu yang ditentukan peserta yang datang sudah banyak
Dan panitia tidak perlu lagi me-nelat-kan acara
[lain ceritanya kalo yang ngasih kata sambutan yang telat lho... :p]
Satu lagi yang jadi pemikiran saya,
dengan me-nelat-kan suatu acara, berarti seseorang tersebut (dalam hal ini tersangkanya adalah panitia :p ), tidak menghargai orang-orang yang datang tepat waktu
Sebab, mereka memilih mengorbankan orang-orang yang datang tepat waktu tersebut demi menunggu orang-orang yang telat datangnya
Emang enak disuruh nunggu :)
So, we have to start it from ourselves
Let's think that everything will be started on time
And it will happen !