18.7.11

Being in Someone Else's Shoes

Ada ungkapan bahasa Inggris yang cukup sering digunakan oleh dosen saya:

"Put yourself in someone else's shoes"

Yang artinya adalah menempatkan diri kita di posisi orang lain

Kadarnya lebih dalam dari empati

Well...baru saja saya berusaha untuk "memakai sepatu orang lain itu"

Jika ada yang sempet baca postingan saya sebelum ini, mengenai seseorang yang bikin saya BeTe berat, nggondok, mangkel, dan lain sebagainya

Maka saat ini saya berusaha menempatkan diri saya sebagai orang itu

Dan harus saya akui...

Belum tentu saya tidak akan bertindak seperti orang itu jika saya di posisinya

Tapi...

Belum tentu juga saya akan bertindak seperti dia

Intinya...

Saya masih manusia biasa

Walaupun sudah ingat dan mencoba untuk memahami serta menempatkan diri sebagai orang tersebut

Tetap saja kadang-kadang dongkol itu ada

Ya...namanya juga manusia

Yang penting niatnya...

Hehehe.....

15.7.11

Sekedar menumpahkan "emosi"


Being blamed for something that is not fully your fault.

It's definately can make you going down

Especially if you don't have any control in making that thing happened

Hey kamu....

Ya....kamu yang selalu menumpahkan emosi dan bad moodmu kepada siapapun yang kamu jumpai

Tahukah kamu bahwa itu bisa mengakibatkan orang di sekitarmu - yang notabene sebenarnya tidak tahu apa-apa dan tidak "berhak" untuk menerima "getah" dari kemarahanmu- menjadi sasaran kemarahan orang lain?

Tahukah kamu bahwa itu bisa mengakibatkan suasana di sekitarmu menjadi tidak karuan juga?

Tahukah kamu bahwa secara tidak langsung - entah kamu sadar atau tidak- itu telah menyakiti orang-orang lain di sekitarmu?

And I realize...

That is the price that I have to paid

Work with that kind of person

I just have to hang in here

Until the right time

Ibarat kata pepatah:

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Inilah masa sakit itu

Dan suatu saat nanti (baca: SEGERA), saya akan bersenang-senang

*and I gonna get paid for this tear (someday).....

14.7.11

The Smile Effect


Setelah sekian lama tidak "menyentuh" blog ini...

Akhirnya bisa juga menulis satu postingan lagi

Dan seperti sudah diduga, karena lama tidak diurus, PR kembali turun

Untungnya tidak menjadi Nol ataupun N/A

Cuma turun satu dari angka 2 bergeser ke 1

Not so bad lah...

Well...sekian intermezzo

Marilah langsung menuju ke isi postingan sesuai judul di atas yaitu tentang senyum

Mulai dengan dua pertanyaan:

1. What will you feel if someone answer your question without any smile in his/her face? 

2. Will it makes any diffence if someone answer your question with a smile?

Buat saya, jawaban pertanyaan no 2 adalah: TENTU SAJA , ABSOLUTELLY, PASTINYA.....

Saat saya bertanya dan seseorangan tersebut menjawab pertanyaan saya dengan wajah datar atau malah mungkin "jutek" a.k.a "cemberut", tidak melihat kepada saya, bahkan dengan nada yang jauh dari ramah, tentu saja saya jadi ilfill

Bukan hanya itu, saya juga jadi malas bertanya lagi kepada orang itu

Lain halnya jika orang itu menjawab pertanyaan saya dengan wajah tersenyum, nada yang ramah, dan juga sambil melihat kepada saya...

Pasti saya akan merasa ikut senang dan tidak akan sungkan ataupun malas untuk bertanya lagi di kemudian hari

Sebuah senyum

Lengkungan di bibir

Hanya dengan menarik ke dua ujung bibir ke atas 

Namun bisa membuat banyak perbedaan

Orang bilang senyum itu menular

Dan memang itu betul

Satu senyuman akan mengawali sebuah senyuman lain, dan efeknya merupakan efek berantai

Jadi, pertanyaan saya:

Sudahkah anda tersenyum hari ini?

#diilhami oleh seseorang yang moody yang membuat saya agak males bertanya lagi klo moodnya lagi jelek karena menjawab pertanyaan pasti tanpa senyum bahkan diberi "bonus" wajah jutek....#

11.7.11

Moody Person....CaPeDe


Pernah berurusan dengan moody person?

Orang yang satu menit oke-oke saja, tapi di menit berikutnya bisa marah-marah and ngomel gak keruan

Kadang-kadang malahan kita yang tidak tahu apa-apa alias bukan penyebab ke'jengkel'annya, bisa menjadi sasaran hanya karena menanyakan sesuatu saat dia lagi jengkel

Well....I'm positively dealing with this kind of person now

Been trying to handle it

Mencoba menjadi seorang termostat dan bukan termometer (hehehe....saatnya mempraktekkan ilmu dari Pak Iwan ni...., mau tau lebih lanjut tentang termostat dan termometer ini, cekidot aja di website ini)

Seorang termostat yang tidak terpengaruh dengan keadaan lingkungan

Sementara si moody menjadi termometer, saya mencoba menjadi termostat

Tapi jujur saja....

It's very difficult

Di saat saya harus bersikap netral, tapi kemudian tanggapan dari that moody person sangat tidak mengenakkan, mau tidak mau saya menjadi terpengaruh

Saya jadi malas bertanya ataupun berinteraksi dengan orang tersebut

Meskipun kemudian, beberapa menit setelahnya, si moody sudah berubah moodnya

Saya tetap saja masih ada rasa 'enggan' untuk berinteraksi

Well....masih harus berguru lagi ke Pak Iwan kalau begini....

Note untuk orang2 yang merasa moody: please do realize that your mood is affecting others....

bikin CaPeDe orang lain :p

*gambar diambil dari: catatan-gume.blogspot.com

18.6.11

Back to Jakarta


Ke Jakarta akuuu...khan kembaliiiii...iii...iii.....

Hm...lagu Koes Plus di atas memang sangat cucok untuk dinyanyikan

Karena besok, tepatnya jam 6 pagi (kalau nggak delay, dan rasanya nggak delay lah, Garuda gitu lho) saya akan berangkat kembali ke Jakarta

Fiuh...

Dengan jadwal pesawat jam 6 pagi, maka bisa dipastikan bahwa saya harus berangkat dari kontrakan jam 4 pagi

Benar sodara-sodara

Jam 4 pagi...

Dan artinya adalah saya harus bangun paling tidak jam 3.30

Well...dikata mau apa sodara

Dari semua jenis tiket yang ditawarkan, harga tiket jam 6 pagi itulah yang paling manusiawi buat saya

Wkwkwkwk (ini ketawa radha miris sebenernya)

Pengalaman hunting tiket kali ini cukup seru sebenarnya

Pertama saya sudah putus asa dan memutuskan ya sudahlah kembali ke Jakarta'nya dengan kereta api saja

Tapi, setelah dipikir-pikir, selain buang waktu karena perjalanan dengan kereta api memakan waktu 12 jam, harga tiketnya juga pasti hampir sama mengingat ini adalah musim liburan

Setelah browsing sana, browsing sini, ternyata....

Harga tiket-tiket maskapai lain sudah melonjak dengan kejamnya karena masa liburan

Dan dibandingkan dengan harga tiket Garuda Indonesia, hampir sama juga, bahkan ada yang lebih mahal

Fiuh...can you imagine that?

So, lebih baik sekalian saya beli tiket Garuda saja

And the good news is: diskon 10% kalau pakai kartu Mandiri (debit or credit)

Jadi....

Dengan pengalaman ini, mitos bahwa Garuda Indonesia harga tiketnya mahal, terpatahkan sudah

Garuda Indonesia lebih affordable dibanding yang lain kalau dalam masa2 peak season

Apalagi kalau kita pesannya sebulan sebelumnya, karena ada promo yang namanya Early Bird....

Dan satu yang pasti, Garuda Indonesia (hampir) nggak pernah delay :p

So....

Jakarta....I'm back....!!!

17.6.11

Today's journey: hunting ticket sampai ke info session beasiswa

Got a tight and full schedule today

Went to Garuda Airlines representative office at Hotel Bumi Surabaya (a.k.a. Shangrilla), buying ticket Surabaya - Jakarta (well, I gotta go back to Jakarta, continuing my life...hahaha)

Why don't I buy it by online?

It's because if we buy the ticket directly from the office, using Mandiri Card, we will get 10-15% discount...

Not bad, huh?

Dari kontrakan ke tempat tujuan: jalan kaki sedikit + 3 kali angkot (fiuh...kalo di Jakarta, pasti gak nyampe 3 kali deh utk jarak segitu....that's why I like Jakarta)

Got the ticket already, then I continued to Tunjungan Plaza (a.k.a TP)

Missions:

1. fixing my glassess (karet yang di bagian hidung udah rusak)

2. hair treatmant a.k.a creambath (cari yang murah meriah, di pusat training aja euy....wkwkwk)

3. window shopping @ Gramedia......(niatnya cuma window shopping, akhirnya beli juga... a magazine for my sister, a cartridge for my sister's printer, a cute purple pen, a fancy notebook)

Ups...almost forget... took my lunch also

And...

Mission accomplished

Bukan cuma itu, karena masih ada waktu, akhirnya muter-muter and jalan-jalan, dan nemu'in barang yang selama ini dicari utk dipake sebagai teaching aids alias alat peraga, yaitu kentang mainan....

Padahal selama ini nyari di Jakarta, ngubek-ngubek Mangga Dua dan toko2 mainan di Asemka, gak nemu-nemu juga....nemunya malah di Surabaya....

Trus....karena masih belum juga jam 4, muter-muter lagi, masuk ke toko yang jual barang2 dari Jepang (serba 22 ribu), akhirnya...beli ring plastik, rencana mau dipake untuk bikin scrapbook buat kado merit sohib atau dipake utk nyimpen flash card.... :p

Dari Shangrilla ke TP: 1 kali angkot aja.....

Selesai dengan TP, berhubung sudah hampir jam 4, langsung lanjut ke Hotel Tunjungan

Mission: menghadiri info session beasiswa dari Australian Goverment

It's a great session

Not because they provide free snacks and tea .... (hahahaha)

but it's because the explanation was clear and the staffs are nice and friendly

Mata ini terbuka lebih lebar, mengenai perbeasiswaan itu

Selesai dengan semuanya, udah jam 6.30 malem.

Fiuh...

Waktunya pulang......

What a journey..... :D

16.6.11

Arrghhh....


Argh...
Saya sedang marah
Saya lagi emosi
Saya lagi BT
Saya lagi sebel
Nah...
Daripada saya marah-marah nggak karuan
Teriak-teriak atau bahkan (ups...jangan sampai deh) memaki ORANG ITU
Lebih baik saya menulis saja
Meluapkan segala emosi saya
Menurut Pak Iwan Wahyudi, salah satu trainer EQ yang yahud itu,
yang punya website ini nih...
Salah satu cara untuk mengurangi dan mereda emosi
supaya tidak melakukan hal-hal yang bisa memalukan dan merugikan kita sendiri
adalah dengan........
MENULISKANNYA....
jadi sodara-sodara...
inilah tulisan saya yang diperuntukkan khusus sebagai sarana peluapan emosi
supaya saya nggak harus ngamuk-ngamuk nggak karuan di depan ORANG ITU
Fiuh.....
akhirnya....