19.6.13
Forgiven but Not Forgotten
It means that it's been over than two years since all 'dramas' that happened in my life
Believe it or not, I've forgive them
I didn't have any more hatred nor hurt feeling for them
Yet....
I cannot lie
I cannot say that I've forgot what they've did to me
I cannot dismiss all the emotion I experienced caused by them
It's been buried deep down in my unconscious mind
And sometimes it appeared
On my dream...
Often...
I guess, it won't be buried forever
25.3.12
Pada Siapa???

Dan saat hati ini terasa gundah
Pada siapa hendak kuceritakan
Saat hati ini terasa risau
Siapakah yang bisa menenangkan
Bila diri ini sendiri tak mampu mengerti dan mengungkapkan isi hati
Adakah yang mampu untuk memahami
Kelelahan dan keresahan terasa semakin menjadi
Sementara kekuatan diri semakin sulit dicari
Pada siapa???
Kemana???
Harus bagaimana???
Mencoba meyakinkan diri dan meneguhkan hati
Bahwa hanya DIA yang mampu mengerti
Bahwa ketenangan hati akan didapati jika tiba saatnya nanti
Tapi apa yang harus dilakukan saat ini
Mampukah diri ini menahan letih
Sanggupkah menepis rasa khawatir di hati
*another galau note ...*
13.3.12
The Cycle

Rasa'nya seperti de javu
Saya merasa kembali ke situasi yang (hampir) sama seperti dulu
Seperti sebelum-sebelumnya
Di mana saya (kembali) merasa bahwa orang menganggap saya sangat toleran
Saat di mana (banyak) orang menyalahgunakan "kebaikan" saya
Kalau saya boleh menyebutnya sebagai kebaikan
Saya lelah kembali ke posisi itu
Saya capek menjadi orang yang harus selalu mengerti dan toleran
Dan hari ini saya merasa SANGAT KECEWA
Saya merasa menyesal menjadi orang yang bisa diandalkan
(kalau boleh saya GR dan merasa saya bisa diandalkan, entah bagaimana dengan pendapat orang lain)
Mungkin saya memang bukan pemimpin yang baik
Mungkin sikap terlalu toleran ini justru merugikan, baik bagi saya maupun bagi orang lain
Mungkin saya memang tidak seharusnya berada di sini
Terkadang saya hanya ingin istirahat
Bolehkah?
8.3.12
Terjebak

Ups...
Makhluk itu kembali mengintai saya
Makhluk bernama marketing yang selama ini saya hindari
Dan saya kembali terjebak dan harus berhadapan dengan "nya"
Tuntutan untuk mempertahankan bahkan seharusnya menambah jumlah murid kembali datang
Dan saya pun terjebak
Saya harus berpikir dan memutar otak, bagaimana untuk menambah jumlah murid
Sementara saya juga harus memikirkan peningkatan kualitas pengajar
Dan juga (tetap) harus mengajar
Saya tidak ingin mengecewakan beberapa pihak
Tapi dari dulu beginilah saya
Manusia biasa yang tidak suka (dan kalau boleh saya bilang tidak bisa) dengan marketing dan tetek bengeknya
Saya hanya ingin mengajar
Kenapa saya tidak bisa hanya mengajar saja?
Sigh....
*postingan kilat dan (agak) GeJe yang dibuat setelah datangnya tuntutan bertubi-tubi untuk menambah jumlah murid.....arrrghhhh....tolongggg.....
2.3.12
Lesson Learned
And if we already treat others well, we will be treated well too
Hmm....
Unfortunately, today I learned different thing
Sometime, even though we already treat other well, we can't be treated well also
People can be so selfish and they will not considerate others need and feeling
And if that happen, we cannot do anything
It's their right to be like that
We cannot expect all person to treat us well
And the most important lesson I've learned (again) is that we cannot count on human
We will be disappointed if we do so
All we can do is count on God
Because human is not perfect
They make mistakes
They hurt others' feeling
Perfection is belong to God
*note: And because I'm a human too, I'm not perfect also and I never try to be perfect.
Maybe sometime I tried too hard to make everybody happy and it will failed
because that's impossible.
You cannot make everybody happy.
7.10.11
Saya Tidak Sekuat Itu
Harus saya akui
Saya tak sekuat dugaan saya
Setelah mencoba bertahan, hari ini air mata itu kembali tertumpah
Berbagai pemikiran dan kemungkinan berkecamuk di kepala saya
Berbagai alternatif jalan keluar saya coba untuk pikirkan
Kembali lagi akhirnya saya harus mengakui
Kekuatan saya terbatas
Saya mungkin tak sanggup lagi untuk hal ini
Saya harus mengakui
Saya ingin berhenti
Saya ingin lari
Saya ingin pergi dari tempat ini
4.10.11
Another Hiks Story

Peristiwa hari ini benar-benar suatu ujian
Atas pembuktian untuk quote di bawah ini:
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN
Ketika kamu harus lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kamu tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN
Ya...saya benar-benar harus meyakini quote di atas
Terutama 3 baris pertama
Karena saat ini hal itulah yang sedang terjadi
Justru di saat saya merasa saya sudah berusaha keras dan memberikan semua yang saya bisa
Justru di saat itulah saya mendapatkan "kritikan", "nasihat", "penilaian", dan "penghakiman"
Bahwa saya masih tidak sungguh-sungguh
Bahwa saya masih main-main
Bahwa saya masih ingin bersenang-senang
Apakah salah jika saya ingin menikmati hidup saya?
Saya sudah berikan 6 hari penuh untuk melakukan yang harus saya lakukan
Tak bolehkah jika saya ingin 1 hari saja menikmati hidup saya
Melakukan hal-hal yang saya inginkan
Apakah dengan tidak bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu, maka saya menjadi orang yang suka main-main dan tidak mau bekerja keras?
Jujur.....saya lelah
Saya capek dengan segala penghakiman ini
17.9.11
Tentang Menghakimi dan Mendengarkan sebelum Menegur
pernahkan kita mencoba melihat apa yang terjadi?
Sebelum memberikan teguran,
pernahkan kita mencoba untuk mendengarkan dulu dan mencari informasi yang akurat?
*posting singkat untuk menenangkan hati setelah menjadi korban dari "penghakiman tanpa memiliki kesempatan untuk membela diri"
4.8.11
A Letter to Me


Dear Me,
Sorry for lately I let you in such an uncomfort condition
You know that it is our choice
I cannot promise that everything will be smooth
I cannot promise that the tears will not go down again tomorrow or another day
But once again, it's our choice
This is the price that we have to paid
You know that we do all of this not only for ourselves
Our family is count on us
We can do more for our family because we choose this way
So....
Please be strong
Please be tough
Please don't let the tears go down again
Could you?
20.7.11
Lelah
15.7.11
Sekedar menumpahkan "emosi"

Being blamed for something that is not fully your fault.
It's definately can make you going down
Especially if you don't have any control in making that thing happened
Hey kamu....
Ya....kamu yang selalu menumpahkan emosi dan bad moodmu kepada siapapun yang kamu jumpai
Tahukah kamu bahwa itu bisa mengakibatkan orang di sekitarmu - yang notabene sebenarnya tidak tahu apa-apa dan tidak "berhak" untuk menerima "getah" dari kemarahanmu- menjadi sasaran kemarahan orang lain?
Tahukah kamu bahwa itu bisa mengakibatkan suasana di sekitarmu menjadi tidak karuan juga?
Tahukah kamu bahwa secara tidak langsung - entah kamu sadar atau tidak- itu telah menyakiti orang-orang lain di sekitarmu?
And I realize...
That is the price that I have to paid
Work with that kind of person
I just have to hang in here
Until the right time
Ibarat kata pepatah:
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
Inilah masa sakit itu
Dan suatu saat nanti (baca: SEGERA), saya akan bersenang-senang
*and I gonna get paid for this tear (someday).....
3.5.11
Sedih...Kecewa...

Hari ini kesedihan itu datang
Siang ini kekecewaan itu tiba
Sebuah opini
Sepotong berita
Secuil percakapan
Sudah cukup
Sangat cukup malah
Untuk membuat hati sedih dan kecewa
Dilema
Antara ingin melakukan konfirmasi
Antara ingin melakukan konfrontasi
Antara ingin melupakan saja dan melanjutkan hidup kembali
Antara ingin tidak menyimpan di hati
Terbukti...
Saya masih rapuh
Saya masih lemah
Secuil percakapan mampu membuat mata berkaca-kaca
Tak tertahan air mata sempat tertumpah juga
Ya...
Saya hanya manusia
Yang punya rasa sedih dan kecewa....
15.4.11
Rasa Sakit
Kecewa...
Pagi ini saya bangun dengan perasaan itu
Malam tadi saya tidur dengan perasaan itu
Lagi-lagi sebuah percakapan di YM membuat perasaan saya menjadi seperti ini
Saya tahu bahwa tindakan dan keputusan yang saya ambil kemungkinan besar akan berakibat seperti ini
Rasa kecewa pada pihak-pihak lain
Tapi entah kenapa
Sesiap-siapnya saya dengan segala resiko dan kemungkinan
Tetap saja saya merasa kecewa
Merasa sedih, lebih tepatnya
Tidak dapat dipungkiri
Saya hanyalah manusia biasa
Dan saya semakin sadar
Saya semakin belajar
Bahwa
Sesempurna apapun seseorang di mata saya
Tetap dia adalah manusia
Dan sudah hakekatnya
Bahwa tak ada manusia yang sempurna
Suatu saat saya pasti akan menemukan "kecacatan" (kalau boleh saya sebut itu sebagai cacat) pada manusia tersebut
Dan memang sudah selayaknya hal itu ada
Karena seseorang itu disebut manusia jika dia memiliki cacat dan tidak sempurna
Namun
Tetap saya kecewa
Tetap saya sedih
Tetap saya tidak bisa menghilangkan kalimat itu dari kepala saya
Apalagi dari hati saya
They said curiousity kills the cat
Yes, INDEED
I was being killed now
Me and my curiousity
Mungkin lebih baik saya tidak mendengar kalimat itu
Mungkin lebih baik saya membunuh rasa penasaran dan ingin tahu saya
Karena sesiap-siapnya saya
Mendengarkan kalimat itu ternyata diucapkan oleh seseorang yang cukup berpengaruh pada hidup saya
Seseorang yang (cukup) saya kagumi
Ternyata rasanya lebih sakit
(Mungkin) jika kalimat itu diucapkan oleh orang lain
Tidak akan seperti ini rasanya
But, back to reality
It's already happened
Sudah terjadi
And I have to live with it
-Jakarta, 14 April 2011, yang lagi sensi-
11.4.11
Kamu dan Rasa Itu

Kamu....
Setelah kamu buat lengkungan itu
Setelah kau tumbuhkan rasa itu
Tanpa perlu menunggu berlalunya waktu
Telah kau goreskan luka
Telah kau pedihkan hati
Telah kau pupuskan asa
Telah kau buat airmata itu menetes
Apakah kamu tahu?
Ataukah kamu tahu tapi tak peduli?
Apakah kamu mengerti?
Ataukah kamu mengerti tapi tetap tak mau pahami
Kamu...
Rasa itu...
Hidup...
Asa...
Semua berkeliaran di kepala
Mungkin saatnya rehat
Supaya akal sehat kembali bekerja
Dan aku belajar
Dan aku mencoba untuk tahu
Bahwa jika diucapkan oleh kamu
Kalimat itu bisa terasa lebih menyakitkan bagiku
Daripada jika kalimat itu datang dari orang lain
Maka ijinkan aku
Untuk undur diri sejenak dari duniamu
Untuk menghilang sekejab dari pandanganmu
Jika seandainya nanti masih kau kehendaki
Dan kau meminta aku untuk kembali
Kuharap aku bisa mengerti
Dan mencoba lagi
-untuk kamu, setelah kalimat menusuk yang kau kirimkan malam itu-
23.3.11
Sedang Benci

Ya...
Saya sedang benci
Muak bahkan (jika kata-kata benci belum cukup)
Mendengarnya saja sudah membuat mules perut saya (nah, klo kalimat yang ini nggak puitis sama sekali)
Memikirkannya bikin saya terkena migrain
Mengingatkan bikin saya malas bangun pagi (nah, klo kalimat yang ini lebay dan alasan dot com, hahaha)
Intinya..
Saya merasa sudah cukup
Enough is enough
Saya nggak sanggup lagi
Jauhkan hal itu dari saya
Let me out from here
Bebaskan saya
Jangan beri saya hal itu lagi
Please....release me let me go.... (nah, klo yang ini adalah salah satu lirik lagu jadoel alias evergreen)
Apa yang sedang saya benci?
Well, jika tiba waktunya, akan saya ungkapkan dengan jelas dan jujur kebencian ini terhadap apa
Saat ini masih perlu merenung
-postingan yang dibuat dengan emosi sesaat dan impulsif, sekedar untuk menentramkan hati dan supaya tidak menyimpannya hingga membusuk dan mengerogoti hati-
16.3.11
No Destination

Dan saat jiwa ini terasa lelah
Letih dan langkah mulai tertatih
Raga terasa berat tuk melangkah
Hati semakin lama makin gundah
Ijinkan otak ini
Untuk sekejab saja
Menderita amnesia
Karena baik tubuh maupun jiwa
Tak bisa lagi menahan berat beban yang ada
Lelah hati ini mencari-cari
Tempat untuk berlabuh
Wahai hati
Kemana kau ingin pergi
Apa yang kau cari
-15032011-
Gambar diambil dari sini.
13.3.11
Hiks...PR turun lagi ke N/A

Hiks...
Sekali lagi, hiks....
Seperti yang sudah ditakutkan
Karena akhir-akhir ini jarang (baca: TIDAK PERNAH) BW lagi
Posting juga tidak teratur
Maka...
Hasilnya....
Tidak diragukan lagi...
PR turun kembali ke N/A
Hiks...
Menyedihkan
Hiks...
-postingan gak penting di hari senin, OG tidak masuk, admin tidak masuk, jadilah daku admin dan OG sementara-
14.2.11
Sewing my heart in this V-Day

"Eka has to admit, that name still case an effect to me"
Status di atas tertera dengan jelas di FB saya kemaren.
Bukan tanpa alasan.
Entah kenapa, koq ya pas banget di hari itu, saya mendengar "dia yang namanya tidak boleh disebut karena kalo disebut bakal bikin hati gak karuan" (fiuh, lebih panjang dari dia yang namanya tidak boleh di sebut di Hary Potter ya....wkwkwkwk) sebanyak lebih dari 2 kali.
Well, for me, hearing that name more than 2 times in a day is more than enough.
Dan peristiwa itu kembali menyadarkan saya.
Bahwa saya masih belum sembuh
Bahwa hati ini masih perlu dijahit dengan lebih rapat lagi
(Karena jahitan yang dulu masih begitu mudahnya terbuka)
Bahwa saya masih belum imun terhadap nama itu
Bahwa nama itu masih memiliki daya untuk membuka jahitan di hati saya
Bahwa sekali saya harus mengakui
"Saya harus lebih menguatkan hati untuk melangkah"
So, here I am
Trying to sew my heart
-Gorang-Gareng, curhat di V-Day-
27.10.10
The Tears....
6.10.10
In Between

In between...
Hehehehe.....saya memang suka banget baca tulisan Jenny Jusuf di blognya yang berjudul In Between
Meskipun akhir-akhir ini intensitas menulis 'beliau' di blog itu tak seperti dulu lagi, tetap saja dengan setia saya menanti-nanti update tulisannya dan berkunjung ke sana.
Namun, bukan itu yang mau saya tulis kali ini.
Pas kebetulan aja judul itu sesuai dengan posisi saya kali ini.
In between alisa di antara (dua orang) a.k.a kejepit
Bukan kejepit pintu tentunya
Tapi berada di antara 2 pihak dimana dua-duanya memiliki nilai yang sama di mata saya
Di satu sisi adalah rekan kerja yang juga sudah menjadi teman (agak) baik
Di sisi lain adalah bos yang (menurut saya) baik juga.
Maka ketika keputusan dari bos untuk memindahkan saya ke departemen lain (yang berarti memisahkan saya dari rekan kerja tersebut)
Dan posisi saya yang (mungkin menurut rekan saya tersebut yang nota bene dulu 'posisinya' di atas saya) lebih tinggi dari dia, saya seolah-olah berada dalam dilema
Teman saya berkata sesuatu tentang bos saya dan bos saya berkata sesuatu tentang teman saya
Akhirnya di sini saya terjebak dalam suatu kondisi yang saya beri nama keren "In Between"
In one side, this is my friend
She's been very nice to me when we worked together
But on the other side, this is my boss
He's also been very nice to me.
And well...I cannot deny that he's the one who give me the paycheck, right?
I work for him
This is my company also
And I'm not the kind of person who will betrayed and cheated to my company
So, it's kinda dilemma now
And I trapped in an 'in between' condition......


